Ulama Indonesia Diajak Bergabung di Komite Fikih Islam OKI

JAKARTA – Sekjen Komite Fikih Islam (Majmu’ al Fiqh al Islami) Pola Kerjasama Islam (OKI) Prof Dato Dr Koutoub Moustapha Sano mengajak Ulama Indonesia untuk bergabung di Komite Fikih OKI. Hal itu diungkapkan Syekh Koutoub era bersilaturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Aula Buya Hamka Gedung MUI Pusat, Selasa (8/6/2021).

Syekh Koutoub mengatakan, lembaganya merupakan sebuah lembaga ilmiah dari OKI yang berpusat di Jeddah. Anggotanya berisi atas para ulama, fuqaha, pemikir dan ahli pada berbagai bidang ilmu jalan ilmu fiqih, budaya, pendidikan, sains, ekonomi, sosial, kemahiran alam, dan ilmu terapan dari belahan dunia Agama islam. (Baca serupa; Gelar Ijtima Ulama 2021, MUI Bahas Sejumlah Permasalahan Bangsa )

Pada kesempatan itu, Syekh Koutoub bahkan telah meminta daftar nama ustaz dari MUI yang diusulkan bergabung di Komite Fikih Islam OKI. Sementara buat surat secara resmi, Komite Fikih Islam OKI sudah menyampaikan kepada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Sungguh Negeri menyampaikannya kepada Departemen Agama untuk ditentukan suruhan ulama Indonesia yang mau bergabung di Komite Fikih Islam OKI.

Syekh Koutoub menyampaikan kalau Indonesia dipandang sangat penting sebagai mitra kerjasama sebab memiliki banyak ulama-ulama gede. Sampai saat ini telah lebih 420 training dengan diselenggarakan Komite Fikih Agama islam OKI. (Baca juga; Bertemu Ketum MUI, Dubes Arab Saudi Mengindahkan Keputusan Indonesia Tunda Haji 2021 )

Baca Selalu:

“Saya berharap dari sekian traning bisa dilaksanakan di Indonesia melalui nota kesepahaman, ” kata Syekh Koutoub dengan juga menyampaikan pesan sebab pimpinan Komite Fikih Islam OKI agar ulama Indonesia bisa aktif di lembaga itu.

Syekh Koutoub juga menjelaskan perintah Komite Fikih Islam OKI tidak sekadar melakukan kajian-kajian atas permasalahan kontemporer namun juga melakukan kajian-kajian arah permasalahan ekonomi atau keuangan. Bahkan Komite Fikih Agama islam OKI juga melakukan kajian atas hukum kehalalan vaksin-vaksin yang saat ini beredar. Pihaknya juga menerbitkan pedoman merespons problematika di kurang negara.

Sementara itu, Syekh Koutoub diterima secara hangat oleh pimpinan harian MUI antara asing Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar didampimgi Sekjend MUI KH Dr Amirsyah Tambunan, Ketua MUI KH Cholil Nafis dan Sudarnoto Abdul Hakim, Wasekjend MUI Habib Ali Hasan Bahar dan KH Arif Fahrudin, beberapa pimpinan Komisi Masukan MUI dan Komisi Ikatan Luar Negeri MUI.

Ketua Umum MUI, KH Miftahul Akhyar memberikan sambutan hangat atas eksistensi Sekretaris Jenderal Komite Fikih Islam OKI beserta rombongan. Dalam kesempatan itu juga, Kiai Miftah memperkenalkan MUI kepada rombongan.

Sebagai lembaga tertinggi dengan menjadi representasi umat Islam di Indonesia, MUI selalu mempunyai concern terhadap problematika umat masa kini melalaikan penerbitan fatwa-fatwa serta surat halal untuk produk pangan, kosmetik, dan obat-obatan.

Kiai Miftah juga menyampaikan hubungan sinergitas antara MUI dan pemerintah. “Saya berharap akan ada kerjasama antara MUI dan Komite Fikih Islam OKI buat merespons berbagai problematika periode kini, ” tuturnya.

Author Image
Vincent Moore