Transjakarta Operasikan 100 Unit Tahun Ini, PPD Pamerkan Bus Listrik Lokal.

TANGERANG SELATAN – Tak lama lagi, Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta ( Perum PPD ) segera mengoperasikan penerapan bus listrik. Salah utama jenisnya diketahui merupakan buatan dalam negeri bernama Mobil Anak Bangsa (MAB) 12E.

Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa mengungkap kesiapan memasuki kurun baru bus listrik bertambah awal dibandingkan operator lain. Hal demikian dilakukan berperan mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

“Saat ini kami sedang melakukan penjajakan dengan beberapa pemilik merek dalam upaya untuk mengoperasikan daripada kuota kami dengan ada di PT Transportasi Jakarta. Jadi Transportasi Jakarta untuk tahun 2021 ini berdasarkan penjelasan yang ana terima akan mengadakan 100 unit bus listrik. Tentunya ada beberapa operator pada dalamnya, salah satunya PPD, ” katanya saat memamerkan 6 model bus listrik di SBU Perum PPD, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (24/05/21).

Baca juga: Damri Bahan Sulap Bus BBM maka Bus Listrik

Selain MAB, Perum PPD juga bekerjasama dengan 5 Agen Pemegang Merek (APM) penyedia bus listrik lainnya, yakni Edison Motors, Skywell, BYD, Zhongtong, dan Higer. Kerjasama yang melibatkan mutlak 6 APM itu dilakukan bertahap sejak tahun 2019 lalu.

Baca Juga:

Menurut Pandu, bila dibandingkan antara harga bohlam unit bus listrik secara bus konvensional berbahan menjilat maka terdapat selisih dengan cukup jauh. Namun dalam pengoperasian serta perawatan, bus listrik bisa menghemat mematok hampir 50 persen dibanding bus konvensional.

“Kalau dilihat dari bagian konsumsi bahan bakar terutama ya, ini jauh lebih murah. Kalau dari bagian perawatan, ini jauh bertambah murah di bawah 50 persen. Artinya memang kalau dari sisi harga kulak tinggi, tapi dari pembelaan dia jauh lebih gampang. Yang tidak berkurang ialah biaya SDM aja, jika dari sisi yang lain lebih murah, ” jelasnya.

Masih kata dia, pengoperasian bus elektrik oleh PT Transjakarta melalaikan PPD tinggal menunggu perbincangan e-Katalog oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Pada Juni dan Desember 2021 nanti dipastikan sebanyak 100 unit bus listrik telah hidup secara bertahap, meskipun belum diketahui pasti operator mana yang bakal digunakan.

“Target dalam bulan Juni nanti benar akan ada operasi bus listrik, tapi saya nggak tahu siapa operatornya. Belakang di Desember ada lagi, tapi siapa operatornya? tinggal nunggu e-katalog nya, ” ucapnya.

Baca juga: Pelanggaran Prokes di Transjakarta, Warganet: Galakkan yang Salah, Kasihan Petugas

Pandu & jajarannya pun sempat mengecek kondisi bus listrik MAB 12E. Diketahui, unit bus MAB 12E diproduksi pada tahun 2016 dan telah diluncurkan pada 2017 redup. Hingga saat ini, sudah ada 3 perusahaan ganjil yang menggunakan produk budak bangsa tersebut. “Ini buatan dalam negeri, ” ujarnya.

Direktur Teknik PT MAB, Bambang Tri Soepandji, menerangkan, unit bus listrik MAB 12E tak 100 persen diproduksi dalam negeri. Beberapa komponennya pasti dipasok dari luar negeri. Misalnya, baterai yang dipesan dari CATL produsen aki terbesar di dunia dan motor penggerak serta transmisi disuplai dari Amerika Serikat.

“Kalau bentuk total dibuat di Nusantara, jadi hanya komponen-komponen terbatas saja yang dipesan dibanding luar. Sebenarnya bisa komponen itu dibuat di Nusantara, tapi nanti harganya siap mahal, ” beber tempat.

Bus elektrik MAB 12E berkapasitas 45 penumpang, dengan kemampuan daya jelajah 320 kilometer untuk satu kali pengisian. Sedangkan kuota baterainya mencapai 315 KWH, di mana tiap pengisian hanya memerlukan periode sekira 2 hingga 2, 5 jam. “Hingga zaman ini sudah ada 3 unit yang dioperasikan sebab perusahaan swasta asing, ” tukas Bambang

Author Image
Vincent Moore