Tidak Terima Disuruh Pakai Masker, Pria Jerman Tembak Mati Petugas Kasir

BERLIN awut-awutan Seorang pria Jerman telah ditahan arah dugaan pembunuhan setelah menembak mati seorang kasir muda di suatu pompa bensin di kota Idar-Oberstein, Jerman barat, sesudah pekerja tersebut menyuruhnya menjalankan masker .

Bagian berwenang Idar-Oberstein pada keadaan Senin mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi bahwa pria berusia 49 tahun itu ditahan setelah dicurigai melakukan penembakan yang terjadi pada 18 September lalu.

Dikutip dari Russia Today , Selasa (21/9/2021), penegak hukum menyatakan tersangka pertama kali mengambil pompa bensin sebelum tanda 8 malam waktu setempat pada hari Sabtu buat melakukan pembelian. Saat tersebut, korban meminta pria itu untuk mengenakan masker wajah.

Mengucapkan juga: Mahasiswa Umbar Tembakan di Universitas Rusia, 8 Tewas, 6 Luka

Sesudah terlibat percekcokan, pria itu pergi dan kembali dua jam kemudian dengan mengenakan masker medis dan lalu melepaskan tembakan fatal ke pelayan berusia 20 tarikh yang bekerja di tumpuan pengisian gas itu.

Pelaku kemudian kabur dari tempat kejadian, mendatangkan operasi perburuan besar-besaran sepanjang malam, yang tidak menimbulkan hasil. Namun pada Minggu pagi pria itu menganjurkan diri ke kantor polisi, di mana dia lalu ditangkap.

Kala ditanya tentang motif pembunuhannya, pria itu mengaku kalau pandemi virus Corona adalah beban berat baginya dan dia menentang tindakan anti-virus. Tersangka, yang tidak disebutkan namanya sebab undang-undang privasi Jerman, mengutarakan dia melihat petugas jadi pihak yang bertanggung berat atas situasi itu secara keseluruhan, karena dia telah menegakkan aturan.

Baca juga: Petunjuk Penembak Aktif Tidak Benar, Pangkalan Udara AS Cabut Lockdown

Senjata pembunuh dengan diduga, serta senjata serta amunisi lainnya, ditemukan zaman penyisiran di rumahnya. Tetapi, asal senjata itu masih belum ditentukan.

Pekan lalu, Facebook menyensor halaman milik gerakan anti-lockdown ‘Querdenken’ Jerman dengan bukti bahwa konten tersebut melanggar kebijakannya dan dikoordinasikan untuk “mendorong kerusakan sosial yang parah”.

Author Image
Vincent Moore