Terbangun 383 KM, Jalur Lintas Selatan Jadi Pengungkit Kesejahteraan Jawa Timur

Terbangun 383 KM, Jalur Lintas Selatan Jadi Pengungkit Kesejahteraan Jawa Timur

SURABAYA porakporanda Pembangunan Jalan Jalur Lingkar Selatan (JLS) Jawa Timur merupakan satu diantara program unggulan yang menjadi mengindahkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Bahan terakhir menunjukkan, per November 2020 total 56, 73% atau setimpal 383, 10 km dari 675, 31 km keseluruhan jalan telah terbangun.

Progres tersebut juga tercatat lebih cepat dibanding perkiraan, meskipun dalam kondisi pandemi COVID-19. Tentunya hal ini menunjukkan keseriusan jajaran Pemprov Jawa Timur dalam hal pemerataan pembangunan dalam semua wilayah. (Baca juga: Raih Skor Tertinggi, Sistem Merit Pemprov Jatim Sabet Penghargaan KASN)

“Ternyata pada luar dugaan progres pekerjaan di Lot 6 dan Lot tujuh, justru pada saat pandemi Covid pelaksanaannya lebih cepat dari dengan direncanakan, ” terang Gubernur Khofifah saat menjadi Keynote Speaker di Forum Komunikasi (Sinergitas) oleh Bayaran D DPRD Jawa Timur pada Ballroom Hotel Santika Premiere Semarang, Jawa Tengah.

JLS sendiri, rencananya akan melewati delapan Kabupaten yang dimulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulunggagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan berakhir di Kabupaten Banyuwangi.

Baca Serupa:

Dengan kemajuan pembangunan JLS yang sangat cara ini, Khofifah optimistis, akan mampu mengurangi disparitas antara Wilayah Utara dan Selatan Jawa Timur. Makin, pengembangan Infrastruktur di wilayah Selatan Jawa Timur masih terbatas, terutama keberadaan aksesibilitas. (Baca juga: Diresmikan Emil Dardak, TPST Terbesar di Lamongan Mulai Beroperasi)

“Dengan fakta 40, 01% wilayah di Jatim mengakar sebagai kawasan Pansela, maka bila pengembangan wilayah selatan bisa suntuk tentunya akan dapat meningkatkan kualitas SDM dan saat yang serupa dapat meningkatkan pemerataan kesejahteraan klub di Jawa Timur secara menyeluruh, ” ungkap orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Khofifah menambahkan, berjalan mempercepat progres pembangunan perlu adanya intervensi langsung dari masing-masing Negeri Kabupaten. Menurutnya, sangat diperlukan adanya upaya menemu kenali lebih detail terhadap potensi, keunggulunan kompetitif dan keunggulan komparatif serta spesifikasi bahkan termasuk kendala yang dihadapi dalam tiap wilayah.

“Jika tak maka ketimpangan pembangunan dan kualitas SDM akan terus terjadi, utamanya karena akses yang susah ditembus di beberapa koridor, ” tandas Gubernur Khofifah.

Bertambah lanjut disampaikan, pembangunan wilayah selatan diharapkan bisa membuka peluang untuk pengembangan kegiatan ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam dan pengembangan sentra-sentra produksi. Selain itu, juga dapat meningkatkan aksesibilitas pada koridor & kawasan-kawasan produktif, serta menjadi jembatan terbukanya kawasan-kawasan obyek wisata wilayah Selatan Jawa Timur.

Sementara itu, Wakil Kepala DPRD Jatim Anik Maslachah pada sambutannya menyampaikan, dukungan penuhnya tempat kerja keras Pemprov Jatim di pembangunan infrastruktur khususnya jalan umum. “Jalan adalah pengungkit pertumbuhan ekonomi, ” ucap Anik.

Author Image
Vincent Moore