Saudi Melarang Nama-nama yang Dianggap ‘Anti-Syariat’

Saudi Melarang Nama-nama yang Dianggap ‘Anti-Syariat’

RIYADH porakporanda Otoritas Arab Saudi mengumumkan pembatasan pemberian nama-nama yang dianggap melanggar hukum Syariat Islam.

Pembatasan muncul saat Badan Perkara Sipil Kementerian Dalam Negeri Saudi memperkenalkan aturan baru untuk mendaftarkan nama di kerajaan itu.

Menurut Gulf News , nama-nama seperti Abd Rasul (Hamba Rasul) tidak bakal boleh didaftarkan. Nama gadis pada umumnya, Malak (malaikat), juga tidak akan diperbolehkan karena fatwa larangan tersebut.

Pembatasan pendaftaran itu juga meluas ke gelar-gelar yang mendahului nama serta nama panggilan. (Baca Juga: Tiga Jamaah Umrah Indonesia di Arab Saudi Positif Covid-19)

Membaca Juga:

Nama-nama yang banyak dipakai seperti Muhammad Saleh dan Muhammad Mustafa serupa tidak diperbolehkan lagi sesuai dengan aturan baru. (Lihat Infografis: Biden: Pemenang Ditentukan Setelah Perhitungan Suara Selesai)

Sudah menjelma tradisi di beberapa negara Arab untuk memberi nama gabungan di dalam bayi yang baru lahir untuk mengenang dua kerabat yang lebih tua atau untuk menangkal nasib buruk. (Lihat Video: Pendukung Trump Minta Penghitungan Suara Distop)

Meski demikian, lembaga tersebut belum menyampaikan penjelasan resmi untuk kebijakan tersebut, meskipun kemungkinan karena penafsiran anutan agama di kerajaan itu.

Ini bukan kali mula-mula Arab Saudi mengeluarkan larangan nama-nama. Pada 2014 Kementerian Dalam Kampung merilis daftar 51 nama dengan dianggap melanggar tradisi sosial & agama atau berasal dari Barat, termasuk nama-nama seperti Linda & Sandi.

Abdul Nasser dan Binyameen (Benjamin) adalah beberapa nama Arab yang dilarang.

Author Image
Vincent Moore