Sampai Rekor Panas Global, Suhu Death Valley seperti Neraka

Sampai Rekor Panas Global, Suhu Death Valley seperti Neraka

loading…

CALIFORNIA Death Valley (Lembah Kematian) California mencatat suhu terpanas yang pernah terjadi selama lembah itu terbentuk pada hari Minggu (16/8/2020). Suhunya mencapai 130 bagian Fahrenheit atau 54, 4 babak Celsius, sangat-sangat terik. (Lihat serupa: Suhu Panas Berlebihan di Lembah Kematian Bisa Menyelar Telur )

Jika pengukuran National Weather Service (NWS) itu bertahan, itu bakal menjadi suhu terpanas Agustus yang tercatat di Death Valley sebesar 3 derajat Fahrenheit (1, tujuh derajat Celcius). Bahkan suhu terpanas yang tercatat di Taman Nasional Death Valley setidaknya dalam satu abad terakhir, dan salah mulia yang suhu terpanas yang pernah tercatat di dunia.

Baca Juga:

Laman Live Science menyebutkan, Organisasi Meteorologi Dunia melaporkan suhu tertinggi yang pernah terekam adalah 134 derajat Fahrenheit (56, 7 derajat Celcius) pada 10 Juli 1913, di lokasi yang sama, tepatnya Peternakan Furnace Creek di Death Valley. Tetapi Christopher Burt, yang menyelidiki klaim untuk The Weather Underground pada 2016 meragukan laporan tersebut akurat.

Pengukuran lain yang diambil pada 1931 dalam Kebili, Tunisia, juga lebih agung dari tahun ini, yaitu 131 derajat Fahrenheit (55 derajat Celcous). Tetapi ada juga keraguan tentang klaim itu, seperti yang dicatat The Washington Post.

Suhu rekor yang disepakati secara universal berikutnya merupakan 129, 0 derajat Fahrenheit (53, 9 derajat Celcius) di Death Valley pada 1 Juli 2013. Pengukuran baru ini, jika dikonfirmasi, melampaui angka tersebutu.

Rekor lokal lainnya dibuat dalam barat daya pada hari dengan sama, termasuk di dua tanah air terbesar di Amerika, Los Angeles dan Phoenix. Ini merupakan musim panas yang brutal di Phoenix, di mana suhu rata-rata di bulan Juli adalah 99 nilai Fahrenheit (37, 2 derajat Celcius), menurut KTAR News.

Semua catatan ini tiba zaman kondisi iklim global memburuk dengan cepat. Misalnya, Arktik dilanda kebakaran hutan untuk tahun kedua berendeng. (Baca juga: Apa yang Terjadi dengan Bumi Jika Manusia Tiba-tiba Punah karena COVID-19? )

(iqb)

Author Image
Vincent Moore