Pertimbangan Jilbab Menurut Pendapat Ulama

Kudung, hijab dan khimar merupakan baju atau fashion muslimah dengan perkembangannya cukup pesat saat ini. Pakaian yang dikenal sebagai busana penutup aurat perempuan muslimah ini, ternyata memiliki pertimbangan dan pendapat yang bertentangan di kalangan ulama.

Dalam Syarh Muslim, Imam An Nawawi menyebutkan setidaknya ada 11 pendapat menghantam makna jilbab. Penjelasan Imam an Nawawi ini, selalu dikemukakan oleh al Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari. Berikut penjelasan sebab beberapa pendapat tersebut:

Baca selalu: 4 Syarat Istighfar supaya Diterima Oleh Allah SWT

1. An Nadhr bin Syumail menyebutkan bahwa kerudung adalah kain yang lebih pendek dan lebih lebar dari pada khimar (kerudung).

Inilah pendapat yang dipilih sebab Zamakhsyari. Dalam al Kasysyaf Zamakhsyari mengatakan bahwa jilbab adalah kain longgar dengan lebih besar dari dalam khimar namun lebih kecil jika dibandingkan dengan rida’ (rida’ adalah kain pemimpin yang pakai oleh pria yang sedang dalam kedudukan ihram, pent) yang dililitkan oleh seorang perempuan untuk menutupi kepalanya lalu sisanya dijulurkan untuk menutupi dada.

2. Kudung adalah miqna’ah atau tutup kepala yang digunakan seorang perempuan untuk menutupi kepalanya.

Ini lah pendapat yang dipilih sebab Said bin Jubair.

3. Jilbab ialah kain longgar yang lebih kecil jika dibandingkan secara rida yang digunakan untuk menutupi dada dan punggung.

Inilah pendapat yang dipilih sebab as Sindi dalam Hasyiyah Ibnu Majah. As Sindi mengatakan, “Jilbab adalah kain yang digunakan oleh seorang perempuan untuk menutupi kepala, dada dan punggung ketika keluar rumah”. Pendapat tersebut dipilih oleh al Aini dalam Syarah al Bukhari. Beliau mengatakan, “Jilbab merupakan khimar atau kerudung dingin seperti milhafah yang dipakai oleh perempuan untuk menyimpan kepala dan dada”.

Baca selalu: Inilah Tanda Orang Berkuasa dalam Pandangan Allah Ta’ala

4. Jilbab adalah mala-ah [semisal jas hujan yang menutupi dari kepala sampai kaki, pent].

Inilah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Rajab. Beliau mengatakan, “Jilbab ialah mala-ah yang menutupi segenap badan yang dipakai sesudah memakai pakaian rumahkan. Karakter awam [di zaman beliau, ent] menyebutnya izar. Itulah makna jilbab yang Allah maksudkan dalam firman-Nya, “Mereka menganjurkan jilbab mereka”. Pendapat ini juga dipilih oleh al Baghawi dalam tafsirnya & al Albani.

5. Jilbab adalah milhafah

Inilah prinsip yang dipilih oleh al Jauhari sebagaimana nukilan Ibnu Katsir.

enam. Jilbab adalah izar [lihat pendapat keempat].

Inilah pendapat yang dipilih oleh Ibnul Arabi sebagaimana yang disebutkan dalam hasyiyah al ‘Adawi al Maliki.

Menangkap juga: Meminjamkan Uang & Pahala yang Akan Didapatkannya

7. Jilbab itu persis dengan khimar alias kerudung

Adanya aksioma semacam ini disebutkan oleh an Nawawi, Ibnu Hajar dll.

8. Jilbab adalah rida’ dengan dikenakan setelah mengenakan khimar atau kerudung

Author Image
Vincent Moore