Personel RS Islam Faisal Unjuk Menemui Protes Pemotongan Upah 50%

Personel RS Islam Faisal Unjuk Menemui Protes Pemotongan Upah 50%

M Reza Pahlevi

Ratusan pegawai Rumah Sakit Agama islam Faisal menggelar aksi unjuk menikmati di Jalan AP Pettarani Makassar, menuntut manajemen Rumah Sakit diganti, Kamis (2/7/2020). Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi

MAKASSAR – Ratusan pegawai Panti Sakit Islam Faisal (RSIF) mengimplementasikan aksi unjuk rasa  disertai macet kerja. Unjuk rasa itu dipicu pemotongan upah pegawai sebesar 50% oleh manajemen rumah sakit mengikuti pembayaran uang jasa pelayanan yang tidak terealisasi selama dua tahun.

Ketua Serikat Pekerja RS Islam Faisal, Irham Tompo menilai, manajemen RS Islam Faisal telah mencederai hak-hak karyawan. Semasa ini kata dia, seluruh pegawai hanya diam melihat segala pelanggaran yang dilakukan pihak manajemen RS Islam Faisal. Namun, hari itu kesabaran pegawai kata Irham telah habis.

Baca juga:   Dugaan Pelibatan Budak saat Demo RUU HIP, Kowani Lapor ke KPAI

“Selama ini kami stagnan kalau upah minimum provinsi (UMP) di RSI Faisal tidak memenuhi sesuai standar. Namun hari ini publik harus tahu soal dengan terjadi sana. Kami selalu menduga ada tindakan penyelewengan uang perusahaan sebesar Rp50 miliar, jadi dewan pengawas harus turun mengaudit, ” kata Irham kepada SINDOnews, Kamis (2/7/2020).

Sementara soal uang jasa pelayanan yang harusnya diterima setiap bulannya oleh pegawai kata Irham, belum terbayarkan selama dua tahun. Bahkan anehnya lagi kata dia, salah seorang pegawai yang sedang hamil, dengan mempunyai hak cuti, justru dirumahkan manajemen RS.

“Kami hanya minta keadilan pihak tadbir RSIF, aksi ini kami kerjakan agar publik bisa tahu barang apa yang sedang terjadi di dalam internal RSIF, ” jelasnya.

Baca juga:   Banteng Muda Indonesia Minta Karakter Pembakaran Bendera PDIP Ditangkap

Mewakili rekan-rekannya, Irham berharap polemik yang terjadi dalam internal RSIF dapat diketahui oleh pembina yayasan dalam hal ini Jusuf Kalla (JK), pokok ia menduga, persoalan di internal RS tidak diketahui oleh pembina yayasan.

“Saya rambang pihak manajemen menutupi rapat terpaut kesemrautan yang ada di internal RSIF, dan hanya melaporkan yang baik-baik saja ke pengasuh yayasan, sehingga Pak JK tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam internal RSIF, semoga dengan aksi ini Pak JK bisa tahu apa yang cukup terjadi dalam internal RSIF, ” harapnya.

( luq )

Berita Terkait

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)

  • Disqus
  • Facebook
Author Image
Vincent Moore