Perang Dagang Amerika-China Dinilai Untungkan Industri Manufaktur Dalam Negeri

Perang Dagang Amerika-China Dinilai Untungkan Industri Manufaktur Dalam Negeri

loading…

SURABAYA – Konflik dagang (trade war) antara Amerika dan China memang telah menjadikan krisis global. Namun, kondisi itu justru dinilai menguntungkan bagi pabrik manufaktur dalam negeri.

Executive Managing Director PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI), Alim Prakasa, mengakui, bahwa situasi tersebut menjelma peluang tersendiri bagi INAI.

Permintaan aluminium ekstrusion dari Amerika Serikat dan negara-negara pendukungnya yang sebelumnya mendapat sediaan dari Republik China, terpaksa berpindah ke pemasok-pemasok lain, termasuk PACAR.

“Berkat pengalaman serta ketepatan INAI memilih pangsa pasar produk ‘Customized’ berkualitas internasional, oleh sebab itu INAI tidak mengalami kesulitan buat memenuhi permintaan pasar ekspor tersebut, ” katanya usai paparan jemaah, di Surabaya, Selasa (25/8).

Baca Juga:

Peristiwa itu tampak dari data kalau dalam beberapa waktu terakhir itu, lebih dari separuh pendapatan PACAR justru berasal dari penjualan ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Australia dan sebagainya.

Penjualan ekspor INAI pada tahun 2018 adalah sebesar Rp514, 61 miliar atau 455% dari total penjualan dan dipertahankan pada tahun 2019 sebesar Rp568, 82 miliar.

Alim menyampaikan, semasa daya serap pasar domestik sedang belum pulih seperti semula, diperkirakan pasar ekspor akan terus menolong pendapatan INAI secara signifikan dalam tahun 2020 dan selanjutnya. (Baca juga: Warga Penentangan Truk Parkir Sembarangan di Pundak Jalan Berambu Larangan)

Sementara itu sektor bantuan konstruksi yang selama ini membantu sekitar 30% – 40% dari total pendapatan INAI, kondisi marjin keuntungannya cukup fluktuatif namun akan tetap dipertahankan walaupun akan lebih selektif mengikuti kondisi dunia cara nasional. (Baca juga: Tekan Kekurangan Akibat COVID-19, Khofifah Optimalkan Agenda Bansos)

Ia mengisbatkan, bahwa selama ini INAI mematuhi strategi usaha dengan cukup hati-hati. Situasi yang tidak terduga kaya pandemi COVID-19 yang telah membuat beberapa negara jatuh ke dalam resesi. Hal itu juga membina INAI melakukan revisi atas rencana strategi perluasan kapasitas.

“Selain itu kebutuhan akan gaya ramah lingkungan membuat INAI membatalkan untuk memasuki industri pendukungnya, yaitu solar frame panel parts (perlengkapan panel tenaga surya). Produk itu adalah produk yang mempunyai usia ekonomis sangat panjang mengingat gaya adalah sebuah kebutuhan mutlak, ” tandasnya.

(boy)

Author Image
Vincent Moore