Pengusaha dan Istri Diduga Disekap di Hotel Depok

DEPOK – Seorang pengusaha diduga disekap oleh sejumlah orang di sebuah hotel dalam Depok. Dugaan penyekapan tersebut terjadi pada Rabu (25/8/2021) selama tiga hari.

Dalam sebuah dunia, AH yang merupakan objek diduga disekap bersama istrinya. Penyekapan disinyalir terkait perkara penggelapan aset perusahaan. Lalu pada Jumat (27/8/2021) objek berhasil melarikan diri dan melapor ke Polrestro Depok.
Baca selalu: Cemari Lingkungan, Pengusaha Limbah di Bekasi Kena Denda Rp150 Juta

Kasat Reskrim Polrestro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, telah membuktikan korban dan juga pelaku. Diduga awalnya terkait perkara penggelapan uang perusahaan yang dilakukan korban. Korban lalu dibawa ke sebuah hotel untuk menunjukkan aset dengan diduga hasil penggelapan kekayaan perusahaan.

“Dugaannya berupa rumah serta kendaraan kemudian disita oleh pihak perusahaan. Korban dibawa ke hotel oleh pelaku pada Rabu (25/8). Tetapi, pada Jumat ada perseteruan sehingga korban dan istrinya langsung melarikan diri ke arah lobi dan meminta tolong sekuriti hotel kemudian dari kita polres melangsungkan tindak lanjut untuk pengamanan, ” jelasnya, Senin (30/8/2021).

Pelaku menyewa 3 kamar di hotel tersebut. Korban diduga disekap di satu diantara kamar. Namun dua kamar lain dimanfaatkan pelaku untuk memantau objek. “Korban dipantau oleh karakter. Disewa tiga kamar, perut untuk yang menjaga, utama yang korban. Jadi awalnya hari Rabu itu bertemu di kantor untuk mengakhiri persoalan karena tidak ketemu pelaku ini sambil dibawa ke hotel untuk membuktikan aset apa yang dia punya. Korban dipaksa dibawa ke hotel karena kudu menyelesaikan penggelapan yang diduga dilakukan oleh korban, ” ungkap Yogen.
Mengucapkan juga: Cerita Pengusaha Jakarta Disekap dan Diculik, Lulus Lolos Saat Pelaku Ngopi di Warkop

Selama penyekapan, korban tidak mengalami kekerasan. Mereka hanya dipantau oleh sebesar orang. “Nggak ada (kekerasan), hanya diancam tidak membawa diri dari kamar datang kemudian semua aset bisa disita semua sesuai secara jumlah yang diduga digelapkan dari perusahaan, ” ujarnya.

Akibat Dri kasus ini, polisi menyembunyikan dua orang yakni M dan I. “Dijerat pencetus 333 KUHP, ancaman 8 tahun, ” ucapnya.

Author Image
Vincent Moore