Peneliti Ini Ingin Uji Vaksin Polio untuk Cegah Infeksi Covid-19

Peneliti Ini Ingin Uji Vaksin Polio untuk Cegah Infeksi Covid-19

loading…

BALTIMORE porakporanda Baru-baru ini seorang peneliti populer di dunia, Robert Gallo, yang ikut menemukan bahwa HIV merupakan penyebab AIDS, mengatakan bahwa vaksin polio oral juga harus diuji untuk melihat apakah dapat menghalangi infeksi Covid-19. Namun, kedua virus yang menyebabkan infeksi, yakni polio dan Covid-19, masing-masing, bahkan tak berhubungan.

Gagasan di pulih penggunaan vaksin polio untuk menghalangi Covid-19 adalah mengaktifkan sistem kekuatan dengan bantuannya sebelum tubuh terpapar dengan SARS-CoV-2. OPV adalah vaksin hidup yang tumbuh sementara dalam saluran pencernaan pasca vaksinasi.

Sebagaimana menukil Times Now News , ketika virus memasuki tubuh, bahkan kala itu adalah virus yang melemah dalam vaksin, sistem kekebalan melahirkan semua jenis bahan kimia penjaga nonspesifik untuk menghilangkannya.

Baca Juga:

Oleh karena itu, bila OPV sudah ada di pada tubuh, dan telah menempatkan pola kekebalan ke dalam mode defensif, dapat menyerang virus corona baru jika memasuki tubuh. Oleh sebab itu, sistem kekebalan mungkin bisa menghentikan SARS-CoV- 2 virus pada trek, sebelum dapat menjadi bertambah luas di dalam tubuh & menyebabkan infeksi.

Tanda bahwa OPV yang diberikan buat mencegah polio juga dapat menyekat infeksi virus lainnya, termasuk flu, telah membantu para peneliti menyusun teori ini.

Sempurna panjang vaksin dan perlindungannya terhadap SARS-CoV-2 masih dipertanyakan, tetapi diyakini bahwa vaksin tersebut akan sanggup melindungi tubuh selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Vaksin setidaknya, membantu menunda penyebaran virus dan sedikit mengendurkan sistem perawatan kesehatan tubuh.

Selain itu, OPV memiliki tiga galur yang berbeda. Dalam hal ini, satu bingung dapat diberikan secara individual, semasa periode waktu tertentu, untuk memperpanjang waktu perlindungan terhadap virus.

Bagian lain yang tertib tentang OPV adalah telah diberikan kepada miliaran orang di semesta dunia dan telah terbukti sangat aman. Vaksin ini juga tak memerlukan biaya terlalu banyak, yang akan memudahkan akses.

(nug)

Author Image
Vincent Moore