Pembangunan Aceh Harus Bersinergi dan Cocok Antara Pusat dan Daerah

Pembangunan Aceh Harus Bersinergi dan Cocok Antara Pusat dan Daerah

BANDA ACEH awut-awutan Tim Pengawas (Timwas) Otonomi Khusus (Otsus) DPR terus memantau serta mengevaluasi pelaksanaan dana otsus dalam Aceh, Yogyakarta, Papua dan Papua Barat. Dan Aceh menjadi daerah pertama yang dikunjungi oleh Timwas DPR RI.

Meskipun Gubernur Aceh Nova Iriansyah mendadak tak hadir dalam acara tersebut, Timwas DPR tetap ingin mendengar informasi dan kendala yang dialami stakeholder dan masyarakat Aceh terkait penerapan dana otsus. (Baca juga: Pemeran Video Porno Diamankan, Simak Pengakuan Polosnya)

“Bahwa amasukan-masukan anggota ini, dengan berkembang nuansa politik dan pengkajian yang ada di Jakarta, dengan nanti pada akhrinya setiap kelanjutan rapat kami akan rapat dengan Banggar (Badan Anggaran) dan Menteri Keuangan. Dalam hal untuk membincangkan porsi apakah ini diteruskan ataupun tidak, ” kata Azis dalam kunjungan resminya ke Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (23/11/2020).

“Bahwa otsus ini lah yang ouuya peranan untuk menyungguhkan langkah kita. Nah inilah perlu pengendali dari provinsi Aceh tersebut, tentu dalam hal bagaimana menindaklanjuti atau tidak, ” sambungnya.

Baca Juga:

Mantan Ketua Komisi III DPR ini menjelaskan, TNI dan Polri sifatnya hanya mengikuti program yang dibuat oleh kepala daerah, kalender tersebut diawasi dan dikawal sebab TNI dan Polri. Program tersebut tertuang dalam Musrenbang yang tentunya mendapatkan restu dari Wali Permusyawaratan Ulama, dan sejumlah lembaga istimewa lainnya di Aceh. (Baca selalu: Kakak Asyik Wefie, Tak Tahu Adiknya Tewas Masuk Kolam Villa di Buleleng)

Azis pun mengingatkan kalau program pembangunan di Aceh itu harus sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Terlebih, ada sejumlah suruhan pembangunan sejumlah infratrsuktur di Aceh yang tertuang dalam Rancangan Pendirian Jangka Menengah.

“Program prioritas nasional tersebut adalah, Berkepanjangan tol Sigli-Banda Aceh, Jalan pungutan Binjai-Langsa Jalan tol Langsa Lhokseumawe, Jalan tol Lhokseumawe-Sigli, Bendungan Keureuto, Bendungan Rukoh, Bendungan Tiro, Pembangunan jaringan irigasi Lhok Guci, Pendirian jaringan irigasi Jambo Aye Kanan dan Pembangunan KEK Lhokseumawe, ” paparnya.

“Ini harus bersinergi dnegan kepala daerah kapubaten kota, ” imbuhnya. (Baca juga: Memilukan, 3 Bersaudara Dari Keluarga Miskin di NTT Lumpuh dan Tak Bisa Berobat)

Author Image
Vincent Moore