Pejuang Wisuda Daring, Sempat Jual Kuda untuk Ongkir Revisi Skripsi

Pejuang Wisuda Daring, Sempat Jual Kuda untuk Ongkir Revisi Skripsi

loading…

SURABAYA awut-awutan Di tengah pandemi Covid-19 beribu-ribu mahasiswa di seluruh Indonesia harus merelakan prosesi wisuda diadakan dengan daring. Banyak dari mereka yang harus berjuang lewat daring untuk menuntaskan masa studinya di level perguruan tinggi.

Aditya Novrian, wisudawan dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Nurul Fitriani dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Unair menjadi salah satu wisudawan yang harus mencatatkan sejarahnya secara prosesi daring. Keduanya menjalani wisuda online Unair pada 27 Juni mendatang.

Aditya Novrian menuturkan, dirinya bangga dan terharu menjalani masa wisuda di pusat pandemi. Banyak terbatasan yang membuatnya tak harus lemah untuk mampu menatap masa depannya. (Baca serupa: Tegur Pembeli hingga Memakai Nampan, Ini Protokol Kesehatan pada Toko Kelontong)

Baca Juga:

“Lebih banyak terharu, karena pertama kali seumur hidup tidak dapat merasakan wisuda tatap depan. Tapi dapat bangga bertemu mahasiswa seluruh Indonesia ternyata juga memiliki pengalaman yang sama, ” kata Adit, Jumat (19/6/2020).

Sejarah perjuangan dalam menyelesaikan tugas simpulan menjadi catatan tersendiri. Tak bakal membuang waktu untuk segera lolos, pandemi Covid-19 tak menyurutkan niatnya segera menyelesaikan studi di Arah Sejarah.

Berbagai langkah ditempuhnya, mulai dari menjadi mahasiswa yang melakukan sidang online prima kali di Jurusan Ilmu Kenangan. Sama seperti pengalaman mahasiswa yang lain, ia pun harus melakukan cara revisi skripsi.

Adit harus mengirimkan file skripsi menggunakan jasa paket. Untuk menutup biaya itu, Adit harus menjual kurang barang seperti ponsel dan kuda. Semua itu dilakukannya untuk bisa terus bertahan dan sukses dalam tengah pandemi.

Menyuarakan juga: Panglima TNI Menimbulkan Daerah Serius Tangani COVID-19

Bahkan, Adit selalu aktif menulis opini di kira-kira media untuk membuatnya semakin kaya di tengah pandemi. Ruang literasi itu dijalaninya untuk bisa langsung produktif dan bisa mengasah keahlian.

Nurul Fitriani, mahasiswa lainnya mengatakan, perjalanan dirinya menyelesaikan pendidikan di tengah pandemi tidak akan dilupakan. Meskipun banyak tantangan, ia mengaku lega untuk mampu menyelesaikan pendidikan dan terus mewujudkan cita-citanya.

Keduanya pula berkeyakinan, lulusan tahun ini ataupun mahasiswa angkatan 2020 adalah manusia yang lebih adaptif dan semoga untuk berinovasi. Sehingga mereka masa diberi tantangan apa pun harus mempunyai kesimpulan.

“Pandemi ini menjadi tantangan bagi ana semua untuk terus maju dan berkembang, ” katanya.

(msd)

Author Image
Vincent Moore