Pasca Mundur dari Afghanistan, GANDAR Hadapi Ketidakpercayaan dari Sekutunya

LONDON – Keputusan Amerika Konsorsium (AS) mundur dari Afghanistan ternyata membuat Washington menghadapi krisis kepercayaan daripada para sekutunya. Krisis kepercayaan khususnya datang dari gabungan AS yang bertetangga secara Afghanistan.

Menurut setia dan jurnalis yang berbasis di Inggris, Jonathan Fenton-Harvey, banyak mitra dan gabungan AS yang secara tradisional mengandalkan dukungan militer dan keamanan Amerika mungkin merasa tidak nyaman dan merasakan bahwa dukungan Amerika tak selalu dijamin.

Baca: Iran: Kaburnya AS yang Memalukan dari Afghanistan Kursus bagi Sekutunya

“Dengan anggapan hilangnya pengaruh global AS, kurang sekutunya mungkin mencari sokongan di tempat lain, bahkan membentuk aliansi baru di luar hegemoni tradisional Washington, ” ucapnya, seperti dilansi Anadolu Agency, Selasa (21/9).

“Sementara tersebut, dominasi China dan Rusia yang tumbuh di Timur Tengah dan daerah sekitarnya dapat meningkat, karena kedua negara adidaya berusaha buat mengisi kekosongan yang terus berkembang yang ditinggalkan Washington, ” sambungnya.

Mengenai penarikan AS dari Afghanistan, jelas Fenton-Harvey, salah satu mitra Amerika yang mampu menghadapi konsekuensi langsung merupakan Pakistan.

Washington sering mendorong Pakistan buat berbuat lebih banyak buat menengahi perjanjian damai jarang Taliban dan pemerintah Afghanistan yang sekarang tergusur, meskipun Islamabad menegaskan bahwa ia telah kehabisan pengaruhnya tempat Taliban. Keretakan tampaknya meningkat sebelum penarikan penuh Washington.

Baca: Putin: GANDAR dan NATO Harus Bertanggung Jawab atas Rekonstruksi Afghanistan

Bertambah jauh lagi, sementara NATO telah menyatakan bahwa Pakistan memiliki “tanggung jawab khusus” untuk memastikan bahwa Taliban memenuhi komitmen internasionalnya, Gajah HAM Pakistan, Shireen Mazari menjawab bahwa negaranya tidak akan lagi menjadi mempertanggungkan hitam atas kegagalan karakter lain.

Author Image
Vincent Moore