NU Soloraya Dukung Polisi Tindak Tegas Kasus Kekerasan di Pasar Kliwon

NU Soloraya Dukung Polisi Tindak Tegas Kasus Kekerasan di Pasar Kliwon

loading…

SOLO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) se-Soloraya mendukung aparat kepolisian menindak tegas pelaku penyerangan masa acara midodareni (acara sebelum pernikahan) di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Aksi kekerasan dengan berujung penganiayaan dan perusakan tersebut berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa.

“Aksi pengeroyokan pada upacara adat, Midodareni di Mertodranan, Rekan Kliwon patut disesalkan, ” sirih Abdullah Faishol perwakilan NU se-Soloraya di Mapolresta Solo, Kamis (13/8/2020).

Peristiwa yang terjadi Sabtu (8/8/2020) lalu menjelma keprihatin bersama karena menimbulkan objek, rasa takut, dan kerusakan material.

Baca Serupa:

Aksi brutal di saat Pandemi covid-19 dan krisis ekonomi yang melanda dunia, jika dibiarkan mau menimbulkan masalah baru bagi kelengkapan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bahkan, berpotensi terjadinya disintegrasi bangsa. Sehingga para ulama dan Kiai NU se-Soloraya menyatakan sikap terkait peristiwa tersebut.

Pertama mengecam cepat segala bentuk tindakan anarkis, kekerasan, dan main hakim sendiri dengan dalih agama yang menciderai nilai-nilai kemanusiaan dan syariat agama Islam.

”Kedua, hukum Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menghargai perbedaan, sebagai perwujudan Islam rahmatan lil alamin, ” urainya.

Ketiga meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku dan aktor intelektual.

Keempat, meminta Polri umelakukan tindakan preventif dan antisipatif, serta menyimpan warga masyarakat yang mendapatkan kerawanan dari kelompok-kelompok anarkhis agar tak terjadi kerusuhan horizontal di asosiasi.

Kelima, kepada Polri untuk membubarkan setiap kegiatan kelompok intoleran, radikalis, dan teroris yang mengancam terhadap keutuhan NKRI.

Keenam para ustazah se-Soloraya mendukung aparat penegak kaidah untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku anarkis baik perorangan, gabungan maupun kelembagaan demi terciptanya kesibukan masyarakat yang aman, damai, serta tenteram. (Baca juga: Asik Pesta Sabu di Hotel, Pasangan Suami Istri Ditangkap Polisi)

Sedangkan ke tujuh menganjurkan seluruh komponen masyarakat se-Soloraya agar menciptakan Bhineka Tunggal Ika dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (Baca juga: Komandan Kodiklatau Pimpin Sertijab Danlanud Adi Soemarmo)

Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, dukungan yang diberikan pengurus NU se-Soloraya menjadi motivasi untuk menindak tegas di koridor hukum yang berlaku kepada segala bentuk intoleransi, premanisme, kebengisan yang mencederai kerukunan umat beragama maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

(boy)

Author Image
Vincent Moore