Negeri Lain Krisis, Ekspor China Tetap Tak Tertandingi

JAKARTA – Ekspor China menyentuh level tertinggi bulan awut-awutan kendati terjadi krisis ijmal. Aktivitas ekspor melesat dalam seluruh penjuru dunia. Dilansir dari CNN International Senin (13/9), Bea Cukai Tiongkok melaporkan pada Agustus 2021 ekspor melonjak 25, 6% dibandingkan periode yang sepadan tahun lalu sebesar USD294, 3 miliar.

Sementara itu kinerja impor pada Agustus 2021 menggila 33, 1% dibandingkan era sama tahun lalu sebesar USD236 miliar. Nilai ekspor impor berhasil mencetak rekor tertinggi. Sepanjang Januari-Agustus 2021 ekspor China meningkat 34% sedangkan impor melonjak 35% dibandingkan tahun lalu. Surplus perdagangan China mencapai USD362, 5 miliar naik hampir 30%. Lonjakan kinerja ekspor perdagangan China diluar ekspektasi para ekonom.

“Data perdagangan yang sangat solid menunjukkan ketahanan ekonomi China, ” membuka Kepala Ekonomi Asia lantaran Oxford Economics. “Hambatan kemampuan perdagangan tetap ada akan tetapi pemulihan ekonomi gpobal mau terus menopang ekspor China sampai akhir tahun tersebut sampai 2022 mendatang, ” tulisnya dalam sebuah informasi penelitian.

Peningkatan ekspor China ditopang oleh pengiriman barang elektronik dan peralatan rumah nikah. Amerika Serikat adalah rekan ekspor utama China. Negeri tersebut membeli barang senilai USD51, 7 miliar secara total pada Agustus. “Intinya adalah bahwa data perniagaan China untuk mengurangi hasil dari perlambatan pertumbuhan domestik, ” kata Mitul Kotecha, kepala strategi Asia & Eropa untuk TD Securities.

Membaca Juga: Trump: Senjata yang Ditinggalkan di Afghanistan Mampu Diotak-atik China dan Rusia

Ekonomi China telah melewati pandemi Covid 19 bertambah kuat dibandingkan negara asing meskipun menghadapi banyak halangan. Baru-baru ini, China menemui wabah virus corona terburuk dalam setahun yang memerosokkan pihak berwenang untuk menjemput tindakan dramatis untuk mendiamkan infeksi baru, termasuk mengakhiri kota, membatalkan penerbangan, dan menangguhkan perdagangan.

Berhentinya pasokan serta kondisi kredit yang lebih ketat juga membebani denyut, sementara tindakan keras regulasi terhadap teknologi, pendidikan, dan sektor lainnya telah mengguncang kepercayaan investor dan menghapus triliunan dolar dari jumlah pasar perusahaan China.

Data survei terbaru menunjukkan ekonomi China goyah. Survei resmi aktivitas manufaktur bulan lalu menunjukkan tingkat pertumbuhan terendah sejak pokok pandemi, sementara survei swasta menunjukkan kontraksi pertama semenjak April 2020. Industri kebaikan juga menderita, dengan inspeksi non-manufaktur resmi mencatat kontraksi pertama sejak Februari 2020.

Perdagangan pula menjadi perhatian besar. Kamar lalu, pihak berwenang menutup sebagian pelabuhan Ningbo-Zhoushan ialah pelabuhan peti kemas terbesar ketiga di dunia selama berminggu-minggu setelah seorang pelaku dermaga dinyatakan positif Covid-19.

Author Image
Vincent Moore