Negeri Daerah Harus Komitmen Hentikan Mendaulat Fungsi Lahan Pertanian

Negeri Daerah Harus Komitmen Hentikan Mendaulat Fungsi Lahan Pertanian

JAKARTA – Peneliti Tengah Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Achmad Suryana mengatakan, fenomena transformasi atau alih fungsi lahan pertanian menjadi ancaman serius yang dapat mengganggu ketahanan pangan nasional serta ketersediaan gizi.

(Baca juga: Klaster Tenaga Kerja Tuntas, Panja DPR Yakin RUU Cipta Kerja Rampung 8 Oktober)

Menurutnya, jumlah produktivitas pangan di lima tahun terakhir untuk 3 komoditi pangan seperti padi, jagung, dan kedelai mengalami pelandaian, makin penurunan.

(Baca juga: Ini Syarat-syarat Sembuh dan Lengkap Isolasi Covid-19)

Baca Pula:

Untuk produktivitas padi atau beras, lima tarikh terakhir mengalami penurunan 1. 08 persen. Sementara untuk Jagung pertumbuhan produktivitas di lima tahun terakhir hanya 0. 48 persen. Apalagi, untuk hasil panen kedelai lima tahun terakhir mengalami penurunan maka 2. 66 persen.

“Kalau produksi pangan dalam jati itu kan rumusnya sederhana, luas lahan panen kali produktivitas. Jadi, kalau konversi lahan dilakukan habis-habisan, maka luas lahan pertanian sah akan berkurang, sehingga produktivitas hasil pertanian pun akan turun, ” kata Achmad, Selasa (29/9/2020).

Dia menambahkan, produktivitas bertabur memiliki keterkaitan dengan kebutuhan gizi. Menurutnya, jika produktivitas pangan mengalami penurunan, maka itu akan mempengaruhi sistem pangan secara keseluruhan.

Bertambah jauh lagi dia mensimulasikan, ketersediaan pangan yang turun, akan berdampak pada kenaikan harga pangan. Kalau harga pangan tinggi, maka akan mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat ataupun penggunaan bahan pangan bagi bangsa.

Author Image
Vincent Moore