Negara Berbasis Tauhid Itu Masa Semrawut, Pancasila Masa Kini dan Masa Depan

Negara Berbasis Tauhid Itu Masa Semrawut, Pancasila Masa Kini dan Masa Depan

JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Kekasih Rizieq Shihab balik membuat polemik dengan pernyataan kontroversial terkait pesannya untuk hijrah ke sistem tauhid . Kejadian tersebut dinyatakan Habib Rizieq era mengisi Dialog Nasional Reuni 212 beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Direktur Manajer Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai Buah hati Rizieq belum move on sebab masih terbelenggu masa lalu yang juga masih problematis. Menurutnya, tabiat seperti ini cenderung fatalistik karena tidak mampu bangkit dari keterburukan sehingga menganggap masa lalu merupakan solusi. Padahal tidak demikian.

“Negara berbasis tauhid atau agama itu problem zaman lalu. Kemudian ada yang mau membangkitkan lagi, artinya dia terperangkap dalam problem itu sendiri, ” kata Fadhli saat dihubungi SINDOnews , Sabtu (5/12/2020). ( Baca juga : Pemuda Muhammadiyah Pertanyakan Sistem Negara Tauhid ala Buah hati Rizieq)

Patuh analis sosial politik asal UIN Jakarta itu, demokrasi Pancasila yang menjadi dasar negara RI merupakan sintesa dari berbagai ideologi dunia yang pernah ada. Pancasila dirasa paling cocok diterapkan di Indonesia dengan latar belakang keberagaman dengan cukup kompleks. Pancasila mampu mengakomodasi berbagai perbedaan yang ada menjelma satu kesatuan yang utuh tanpa meninggalkan agama.

Baca Pula:

“Aku budi Pancasila itu masa kini dan masa depan bangsa ini. Letak bagaimana menjadikan pancasila sebagai pokok negara yang mampu diserap dengan aplikatif oleh seleruh elemen marga, ” katanya.

Lebih lanjut Fadhli menjelaskan, munculnya persoalan yang mencederai proses demokrasi tentunya menjadi tanggung jawab bersama untuk membenahi persoalan. ( Baca juga : Seruan Habib Rizieq Hijrah ke Sistem Negara Tauhid, PDIP: Bisa Berkelahi)

“Secara subtansi demokrasi Pancasila telah menjemput posisi yang ideal sebagai suatu sistem negara. Tidak perlu sedang ada yang memunculkan ideologi bapet yang kemudian memunculkan perdebatan. Beta pikir menghabiskan energi, ” katanya.

Author Image
Vincent Moore