Mendikbud: Bantuan Kuota Data Terakhir hendak Berlaku 75 Hari

Mendikbud: Bantuan Kuota Data Terakhir hendak Berlaku 75 Hari

JAKARTA – Kemendikbud menyalurkan bantuan bagian data untuk membantu PJJ yang dimulai sejak September. Pada November ini memasuki bulan terakhir penyaluran dimana kuota itu akan berlaku selama 75 hari.

Gajah Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, bantuan kuota data internet yang sudah tersalurkan saat ini ke 35, 5 juta guru siswa, guru, mahasiswa dan dosen. Menurut dia, sandaran kuota data ini adalah lupa satu inovasi dan salah satu bansos skala besar yang disalurkan pemerintah. Dia mengatakan, dari buatan kunjungannya seperti ke Palu, Gianyar dan Rote bantuan ini dirasakan membantu sekali masyarakat yang kesulitan. (Baca juga: Itu Apresiasi Kemendikbud untuk Guru Kreatif dan Inspiratif)

Mantan petinggi Gojek ini menerangkan, penyaluran bantuan di bulan baru dan kedua sudah dilaksanakan. Dimana setiap bulannya ada dua tahap penyaluran sehingga jika masih ada yang belum menerima maka bisa langsung mendatangi kepala sekolah maupun. Diketahui, untuk bulan pertama disalurkan pada 22-24 September dan 28-30 September. Sedangkan bulan kedua di 22-24 Oktober dan 28-30 Oktober.

Sedangkan untuk bulan ketiga dan keempat, ujar Mendikbud, bantuan kuota data akan dikirimkan secara bersamaan. Yakni pada 22-24 November dan tahap terakhir di dalam 28-30 November. Dia mengingatkan bahwa bantuan kuota tahap ketiga serta keempat ini akan berlaku selama 75 hari setelah kuota tersebut diterima oleh nomor ponsel.

Baca Juga:

“Jadi tidak perlu khawatir. Kalau 2 bulan terakhir itu dikirim sekaligus dan tidak akan hangus sampai 75 hari terhitung dibanding menerima, ” kata Nadiem zaman memberikan keterangan pers di jawatan presiden melalui Youtube Sekretariat Kepala, Rabu (25/11). (Baca juga: Masa Kontrak PPPK Kiai Bisa Sampai Batas Usia Pensiun, Ini Ketentuanya)

Mendikbud menjelaskan, bantuan kuota tersebut diberikan untuk meringankan beban pembelajaran selama masa pandemi yang menggunakan PJJ. Dia menuturkan, kuota tersebut membantu sekali terutama ketika pelajar harus melakukan video call & juga mengirim dokumen lewat permintaan Whatsapp sehingga aplikasi WA tersebut pun masuk kedalam kuota membiasakan.

Nadiem mengatakan, buat membantu masyarakat yang kesulitan pada masa pandemi Kemendikbud juga mengabulkan relaksasi dana bantuan operasional madrasah (BOS). Relaksasi ini dilakukan biar kepala sekolah bisa membantu pengasuh honorer dan juga membiayai tujuan PJJ. Dia menerangkan, Kemendikbud tak menetapkan limit pemakaian pada relaksasi dana BOS ini.

Selanjutnya pada pendidikan tinggi, jelasnya, Kemendikbud membagi(-bagi)kan dana Rp1 triliun untuk tumpuan uang kuliah tunggal (UKT) agar jangan sampai ada mahasiswa dengan drop out. “Kita langsung alokasikan Rp1 triliun untuk bantuan UKT dan melaksanakan berbagai macam kecendekiaan agar perguruan tinggi bisa melayani penundaan cicilan dan berbagai ragam relaksasi UKT, ” ujarnya.

Selain itu, terangnya, Kemendikbud juga mengeluarkan dana Rp3 triliun dari dana BOS Afirmasi & juga BOS Kinerja untuk membantu sekolah swasta dan negeri dengan mengalami berbagai krisis di periode pandemi Covid-19 ini.

Informasi Terkait

TULIS KOMENTAR ANDA!
Author Image
Vincent Moore