Memandu Spirit Srikandi PGN Berjibaku Menjaga SPBG

JAKARTA semrawut Antrean puluhan bajaj per jam di SPBG Ketapang, Jakarta sepertinya sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi Masnila Trisna atau yang normal disapa Awi. Hampir 5 tahun ini, Awi, Sales Area Head Jakarta I Gagas Energi Indonesia yang sekaligus merupakan penanggung jawab SPBG Ketapang ini bertanggung jawab menjaga pasokan udara 12 SPBG milik PGN.

Tidak hanya bertanggung jawab untuk menutup kebutuhan pengguna Gasku, Aur juga harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan energi gas bumi bagi konsumen Gagas di sektor menguntungkan dan industri wilayah Jakarta Barat hingga Tangerang menggunakan Gaslink. Bukan hal barangkali untuk dapat mengoperasikan SPBG dan tetap melayani kebutuhan pelanggan baik pelanggan transportasi, industri maupun komersial. Terutama di industri minyak serta gas yang saat tersebut masih didominasi oleh laki-laki.

Baca Juga: Negara Lain Babak Belur, Erdogan Bawa Ekonomi Turki Melesat Bareng China

Bagaimana SPBG mampu beroperasi, kendala teknis & operasional yang mungkin dihadapi, permasalahan sosial di lapangan hingga aspek komersial harus dikuasi oleh Ibu bujang berusia 30 tahun ini. Selain itu, bagaimana memposisikan diri sebagai leader sekaligus teman bagi para anggota tim juga menjadi concern utama. “Walaupun jadi lupa rasanya pakai high heels karena selalu di lapangan, tetapi ada kebanggaan tersisih melihat saya dan tim bisa menyalurkan energi bagus untuk para pelanggan, ” imbuhnya.

Direktur Utama Gagas Muhammad Hardiansyah menyampaikan semangat Kartini yang terus berkarya secara segala keterbatasan yang dihadapi oleh perempuan saat itu sangat menginspirasi. Perempuan tidak perlu merasa terkekang ataupun merasa terintimidasi lagi secara pekerjaan-pekerjaan yang mungkin semasa ini masih didominasi oleh pekerja laki-laki seperti pabrik minyak dan gas.

Mengaji Juga:

“Walaupun saat ini pekerja perempuan Gagas masih 32% dari total pekerja dengan ada, tetapi kesempatan berkarir dan berkembang di sini sama, bahkan 4 lantaran 8 posisi Vice President (VP) di Gagas era ini dijabat oleh praktisi perempuan. Selain itu beta juga sangat mengapresiasi praktisi perempuan terlebih di kedudukan pandemi saat ini, karena selain bekerja dengan seluruh keterbatasan dan protokol yang harus dipatuhi di lapangan, mereka juga memiliki kegiatan untuk tetap menjaga rumpun di rumah, ” ungkapnya.

Selain Bambu, di SPBG paling timur yang dikelola oleh Merencanakan saat ini ternyata serupa dinahkodai oleh seorang srikandi. Miranti Dyah Pramesti ataupun Miranti adalah sosok Srikandi Energi di balik SPBG Ngagel, Surabaya. Miranti memimpin 20 orang pekerja dalam SPBG Ngagel dan bersama-sama bekerja untuk memenuhi hajat energi gas bumi buat pelanggan Gagas di wilayah Surabaya, Gresik, Lamongan maka Tuban.

Baca Juga: Sstt..! Ternyata Bos Gudang Garam Pernah Penjarakan Bos Gudang Baru

“Menjadi seorang Pokok dan wanita karir, sungguh cukup menantang. Terlebih main di lapangan yang didominasi oleh laki-laki dan berkecimpung di dunia teknik dengan awalnya cukup asing, ungkap Miranti. “Tetapi seperti kata-kata Kartini yang menginspirasi saya, “AKU MAU” itu membuat kita mudah mendaki ujung gunung, dan “AKU TIDAK BISA” itu melenyapkan menikmati berani, itulah yang membuat saya yakin mau serta bisa untuk terus berkarir disini tanpa melupakan kewajiban sebagai seorang Ibu” tutupnya. Awi dan Miranti ialah salah satu contoh Srikandi Energi yang turut meneruskan perjuangan dan semangat Kartini di masa kini. Keduanya mampu berkarya dan berprestasi untuk tetap dapat menyalurkan energi baik gas dunia dalam situasi apapun tercatat di tengah kondisi pandemi.

Author Image
Vincent Moore