KPK Cecar Istri Nurhadi soal Arus Uang, Aset, hingga Hubungan secara Pegawai MA

KPK Cecar Istri Nurhadi soal Arus Uang, Aset, hingga Hubungan secara Pegawai MA

loading…

JAKARTA – Penyidik Upah Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar istri tersangka mantan Carik Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman, Tin Zuraida, terpaut aliran uang, aset, hingga hubungannya dengan PNS sekaligus Panitera Pengganti MA, Kardi.

Pelaksana suruhan Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri menyatakan, penyidik sudah memeriksa istri tersangka Nurhadi Abdurrachman sekaligus mantan Staf Ahli Menpan-RB Bidang Politik dan Hukum, Tin Zuraida, pada Senin (22/6/2020). Tin diperiksa sebagai saksi untuk 3 orang tersangka terkait kasus telaahan suap dan gratifikasi pengurusan pasal di MA. Pemeriksaan ini merupakan hasil penjadwalan ulang pada Senin (15/6/2020) lalu, karena Tin sebelumnya sakit.

“Penyidik mengkonfirmasi kepada saksi Tin Zuraida kurun lain mengenai hubungan kedekatan kurun saksi dengan Kardi, aset-aset yang dimiliki oleh saksi bersama dengan tersangka NHD (Nurhadi), pengkondisian dengan disiapkan dan dilakukan saksi ketika tersangka NHD ditangkap, dan pula mengenai penerimaan sejumlah uang lantaran tersangka NHD kepada saksi TZ (Tin Zuraida), ” ujar Ali saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/6/2020). (Baca selalu: Kasus Suap di MA, KPK Usut Pernikahan Istri Nurhadi dengan Pegawai MA)

Baca Juga:

Selain itu penyidik selalu telah memeriksa dua orang saksi, yakni notaris bernama Rismalena Kasri dan General Manager Sandiego Hills (Pemakaman), Karawang, Jawa Barat, Edward Danny Suhenda. Rismalena diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi. Tengah Edward diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pemberi suap Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto, yang saat ini sedang buron.

“Terhadap saksi Rismalena Kasri mengkonfirmasi mengenai kepemilikan aset-aset uang diduga dimiliki tersangka NHD. Untuk saksi Edward Danny Suhenda, penyidik mengkonfirmasi terkait dugaan adanya pembelian lahan makam dengan diperuntukkan bagi TZ (Tin) dan tersangka NHD, ” bebernya. (Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Nurhadi dan Menantunya)

Tin Zuraida tampak menuruni tangga lantai besar ruang pemeriksaan menuju ruang melempem Gedung Merah Putih KPK kira-kira pukul 19. 01 WIB. Era keluar ruang steril, Tin mengambil menutup mulut. Tin menolak menyambut saat dicecar para jurnalis kondisi hubungan pernikahannya dengan PNS sekali lalu Panitera Pengganti MA Kardi di dalam 2001, dugaan kepemilikan dan kamuflase aset-aset milik Tin dan Nurhadi, proses dan lokasi Tin bergandengan Nurhadi saat Nurhadi dan Rezky Herbiyono buron, hingga beberapa aset dan uang tunai yang sudah disita KPK.

Diketahui, Nurhadi yang menjabat Sekretaris MA periode 2011-2016 dan Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi), disangkakan telah melayani dua delik tindak pidana korupsi (tipikor). Pertama, diduga menerima suap berupa sembilan lembar cek (yang kemudian dikembalikan) dan uang secara total Rp33, 1 miliar pada 45 transaksi.

Uang sogok berasal dari tersangka pemberi Eksekutif PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Suap diduga untuk pengurusan perkara yang dilakukan kurun 2015-2016.

Kedua, Nurhadi dan Rezky diduga telah menyambut gratifikasi dengan total sekitar Rp12, 9 miliar. Penerimaan uang gratifikasi terjadi kurun Oktober 2014 maka Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA serta permohonan perwalian.

(thm)

Author Image
Vincent Moore