Komite II DPR: Belum Ada Ajaran Menunda Pilkada 2020

Komite II DPR: Belum Ada Ajaran Menunda Pilkada 2020

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus menanggapi soal rekomendasi penundaan pilkada oleh Tim Pemantau Pilkada Komnas HAM RI karena pandemi COVID-19 yang belum mereda di Indonesia. Menurutnya, sampai saat itu belum ada pemikiran untuk menunda Pilkada Serentak 2020. Sebab, kesimpulan penyelenggaraan Pilkada tanggal 9 Desember 2020 telah disepakati antara DPR, Pemerintah dan penyelenggara Pemilu mencuaikan Perppu Nomor 2 Tahun 2020.

“Sampai detik ini belum ada pemikiran dari kami, Bayaran II, begitu juga pemerintah dan penyelenggara Pilkada memikirkan untuk menyelenggarakan penundaan Pilkada, ” kata Guspardi kepada wartawan, Minggu (13/9/2020).

Politikus PAN itu menjelaskan, awalnya memang Komisi II DPR meminta penundaan itu dilakukan mematok 2021. Namun, pemerintah beragumentasi bahwa tidak ada yang bisa menjamin pandemi COVID-19 kapan akan menyusut atau berakhir. ( Membaca juga : Mulia Balon Pilkada Trenggalek Positif COVID-19, Tahapan Pilkada Ditunda)

Baca Juga:

Hingga akhirnya, sambung dia, Konglomerasi Tugas COVID-19 saat itu memberikan rekomendasi Pilkada 2020 bisa digelar jika penegakkan ketat protokol kesehatan tubuh dapat di laksanakan. Sehingga, aturan COVID-19 harus benar-benar ditegakkan di setiap tahapan di Pilkada 2020.

“Itu artinya, logat kuncinya dalam kondisi pandemi COVID-19 pelaksanaan pilkada serentak 2020 ini yang perlu ditegakkan adalah peraturan protokol kesehatan harus betul-betul dilaksanakan dan diawasi dengan ketat, ” katanya.

Legislator dapil Sumatera Barat II ini membenarkan bahwa pada tahapan pendaftaran paslon pada 4-6 September lalu berlaku banyak pelanggaran terkait protokol kesehatan. Namun, hal tersebut telah dievaluasi Komisi II bersama Mendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP.

“Harapan kita adalah tren pandemi COVID-19 menjelang hari pencoblosan Pilkada 9 Desember mendatang akan menurun. Sehingga, kewaswasan akan terjadi klaster Pilkada akan menghilang, ” kata Guspardi. ( Baca juga : Jelang Pilkada Serentak, Pemimpin KPU Riau Positif COVID-19)

Kalau pun sekarang ini trennya sedang naik, Guspardi berharap pada Oktober dan November sudah melandai akhirnya bisa menghunjam. “Jadi persoalan tren pandemi terangkat bukan disebabkan oleh terjadinya pelaksanaan Pilkada, tetapi memang tren Covid-19 ini diakibatkan tidak dipatuhinya adat kesehatan oleh masyarakat, ” sekapur anggota Baleg DPR RI tersebut.

Author Image
Vincent Moore