Jerman pada Turki: Hentikan Tindakan Pancingan di Mediterania Timur

Jerman pada Turki: Hentikan Tindakan Pancingan di Mediterania Timur

BERLIN – Jerman mendesak Turki menahan diri dari provokasi dalam sengketa gas di Mediterania timur. Ini adalah respon berasaskan keputusan Turki kembali mengirim pesawat riset ke Mediterania timur.

“Ankara harus mengakhiri interaksi antara detente dan provokasi jika negeri tertarik dalam pembicaraan, seperti dengan telah berulang kali ditegaskan, ” kata Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, seperti dilansir Reuters pada Selasa (13/10/2020).

Maas kemudian mengimbau Turki buat tetap terbuka untuk melakukan perundingan dan meminta Ankara untuk tak melanjutkan eksplorasi gas di provinsi laut yang lebih kontroversial. (Baca juga: Turki Kirim Lagi Pesawat Riset ke Mediterania Timur buat Eksplorasi)

Sebelumnya, taat pesan yang dikirim pada bentuk peringatan maritim NAVTEX, Angkatan Laut Turki menyatakan kapal Oruc Reis akan melakukan aktivitas di daerah itu, termasuk ke selatan Pulau Kastellorizo, Yunani, mulai hari tersebut hingga 22 Oktober.

Mengaji Juga:

Turki pertama mengerahkan kapal riset seismik Oruc Reis dan kapal konflik ke wilayah sengketa maritim di 10 Agustus dan memperpanjang urusan itu meski mendapat protes sebab Yunani dan Uni Eropa (UE).

“Kapal itu bakal bergabung dengan misi terbaru “survei seismik” oleh dua kapal lain yang bernama Ataman dan Cengiz Han, ” papar pesan NAVTEX. (Baca juga: Serius Kembangkan Baterai, Tesla Akuisisi Perusahaan Jerman)

Turki dan Yunani bentrok atas klaim sumber daya hidrokarbon di Mediterania. Yunani mengklaim hak atas perairan di sekitar Kastellorizo tapi Turki menolak klaim itu. Turki mengklaim memiliki hak lebih besar di Mediterania Timur karena memiliki garis pantai yang bertambah panjang. Klaim itu pun ditolak oleh Yunani yang mendapat pertolongan UE.

Author Image
Vincent Moore