IHSG Menguat Karena Gerakan Bersih-bersih dalam Pasar Modal

IHSG Menguat Karena Gerakan Bersih-bersih dalam Pasar Modal

loading…

JAKARTA – Mulai menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah lama terpuruk akibat pandemi Covid -19 ke level 4. 900, dinilai pelaku dan pengamat pasar modal tidak lepas dibanding sejumlah kebijakan OJK untuk mencegah transaksi pasar modal terjun sungguh-sungguh dalam dan kembali ‘rebound’ di saat yang tepat.

Penyelidik pasar modal Prihatmo Hari berniat menguatnya IHSG juga menjadi momentum bagi OJK untuk melanjutkan putaran “bersih-bersih” di pasar modal, dengan telah dilakukan sejak akhir tarikh. Bertujuan menciptakan transaksi pasar simpanan yang teratur, kredibel dan terang serta melindungi konsumen.

“Peran OJK sangat besar dalam menjaga volatilitas pasar saham pada masa Covid-19, dengan mengeluarkan bervariasi kebijakan di waktu yang tepat bilamana tekanan ekonomi global tiba mempengaruhi sektor keuangan Indonesia, ” ujarnya di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Baca Serupa:

Dia juga menilai, aksi “bersih-bersih” ini sejalan dengan ekosistem pasar modal serta dipercaya oleh investor. “Supervisory action OJK sangat positif. Ini buat mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap industri ini”.

Sebagaimana diketahui, untuk meningkatkan kepatuhan pelaku pasar modal, OJK telah melakukan 206 aksi pengawasan (supervisory action) semasa tahun 2019. Meliputi berbagai pemeriksaan seperti transasksi efek, kepatuhan institusi efek, kepatuhan pengelolaan investasi, loyalitas emiten dan kepatuhan profesi dan lembaga penunjang.

Akhirnya berbagai pelanggaran ditemukan dari kesibukan pengawasan ini seperti perdagangan semu, manipulasi harga, fixed return reksa dana, pemasar reksa dana tanpa izin, pelanggaran RUPS atau RUPSLB dan lain-lainnya.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menuturkan, kebijakan bersih-bersih yang dilakukan OJK cukup membuat pasar saham lebih bersih dan intergritas. Modus ini supaya para investor lokal dan asing bisa masuk ke pasar saham Indonesia.

“Saat ini, sudah banyak investasi masuk ke Indonesia tentu kalau pasar lebih bersih dan terang akan menguntungkan meskipun pelaku investor asing masuk ke pasar blue chip agar tidak terdampak manupulasi pasar, ” jelasnya. Baca: IHSG Rebound 25, 60 Poin saat Pasar Saham Asia Anjlok

Tatkala terkait tujuh kebijakan OJK dalam pasar modal selama pandemi Covid-19, menurut Hans Kwee, sudah mampu menekan kekhawatiran para pelaku pasar.

Untuk diketahui, sejak Maret 2020, regulator telah menyingkirkan berbagai aturan, antara lain pembatasan short selling, assymmetric auto rejection, trading halt 30 menit untuk penurunan indeks 5%, buyback bagian tanpa melalui RUPS, dan sambungan penggunaan laporan keuangan untuk IPO dari 6 bulan menjadi 9 bulan.

“Contoh buyback tanpa RUPS tentu bagus karena market lagi turun banyak sehingga orang bisa melihat company. Berarti ada signal bagus. Asimetris seolah-olah diketahui berita jelek mudah merembet menjadi ketakutan lebih tinggi, jadi penurunan bagi IHSG. Kemudian zaman perdagangan diperpendek akibat pandemi, ” beber dia.

Selain di pasar modal, menurutnya banyak kebijakan yang bagus yang dikeluarkan OJK seperti perbankan. Hal itu dapat meredam kekhawatiran pasar. Sehingga butuh dukungan supaya pasarnya lebih kondusif karena market lebih cakap dan aman.

(bon)

Author Image
Vincent Moore