Dikira Sudah Punah, Ilmuwan Temukan Spesies Bunglon Kecil dalam Malawi

MALAWI – Spesies bunglon kecil yang dianggap punah karena penggundulan hutan telah ditemukan kembali pada hutan hujan dataran hina Perbukitan Malawi, sebuah negara di Afrika.

Terakhir kali, bunglon kurang Chapman (Rhampholeon chapmanorum) terlihat di tahun 1992 serta merupakan salah satu bunglon paling langka di negeri.

MENGUCAPKAN: Bertahan 55 Juta Tarikh, Badak Putih Utara Sah Punah

“Mereka sebagian tumbuh berwarna coklat tetapi itu dapat berubah menjadi ningrat dan hijau yang pas indah dengan titik-titik mungil di atasnya, ” kata penulis utama studi itu Krystal Tolley, seorang profesor dan pemimpin penelitian dalam Leslie Hill, seperti dikutip BBC , Rabu (4/8/2021).

Laboratorium Ekologi Molekuler di Institut Keanekaragaman Hayati Nasional Afrika Selatan, pada sebuah pernyataan. “Spesies bunglon lain bisa buas serta menggigit, tapi bunglon kurang ini lembut dan cantik. ”

Bunglon kerdil Chapman adalah lupa satu bunglon paling garib di dunia, yang sekarang bertahan hidup di petak-petak kecil hutan di ekosistem yang sangat terganggu.

Untuk melindungi suku tersebut, 37 bunglon kerdil yang berbasis di Malawi Hills dilepaskan ke alas di Mikundi, Malawi, dalam tahun 1998. Ketika Tilbury mengamati situs tersebut pada tahun 2001 dan 2012, bunglon masih ada tetapi pada tahun 2014 sudah dianggap punah.

Menggunakan citra satelit Google Earth historis (1984-1985) & terbaru (2019) dari Perbukitan Malawi dan sistem keterangan geografis lainnya, sekitar 80% hutan Perbukitan Malawi sudah rusak selama periode tarikh 1984 hingga 2019.

BACA JUGA: Kabar Buruk, Mobil Elektrik Lama Akan Sulit Mengisi Daya di Perjalanan

Kala sedang melakukan pengamatan pada tahun 2016, Tolley kembali menemukan dan merekam bunglon langka tersebut. “Ketika awak menemukannya, kami merinding serta mulai melompat-lompat gembira, ” katanya.

Para-para peneliti menemukan tujuh bunglon dewasa di sepanjang jalan setapak di dalam kamar hutan pertama Perbukitan Malawi; 10 bunglon di pada situs lebih dari 6 kilometer (4 mil) barat daya dari yang prima; dan 21 bunglon masa ditambah 11 anak serta tukik di dalam patch di Mikundi.

Risiko kepunahan bunglon jauh lebih tinggi daripada sama 15% untuk ordo reptil, dengan 34% spesies bunglon diklasifikasikan sebagai terancam serta 18% hampir terancam, sekapur para penulis. Sebagian luhur spesies yang terancam adalah spesialis hutan, yang berarti mereka hanya dapat hidup di jenis lingkungan tertentu.

Author Image
Vincent Moore