Datangi RSUD Srengat untuk Sidak Mesin PCR, Ini Temuan Anggota DPRD Blitar

BLITAR – Usai ramai nasihat Menteri Kesehatan (Menkes) pada Wakil Bupati Blitar, terpaut pembelian mesin PCR buat RSUD Srengat. Anggota DPRD Kabupaten Blitar, langsung mendatangi rumah sakit pemerintah itu untuk mengecek kondisi mesin PCR tersebut.

Baca juga: Menkes Tegur Keras Soal Mesin PCR Rp2, 7 M, DPRD Blitar Desak Inspektorat Lakukan Audit

“Hari ini kita sidak ke RSUD Srengat sebelum membawa persoalan ke dalam rapat dengar dasar pada Senin (7/6/2021) kelak, ” ujar Sekertaris Bayaran IV DPRD Kabupaten Blitar, Medi Wibawa.

Baca Juga:

RSUD Srengat merupakan rumah sakit tipe C yang baru jalan Oktober 2020. Dengan konstruksi bangunan yang terdiri arah empat lantai, RSUD Srengat menjadi rumah sakit terbesar di wilayah barat Kabupaten Blitar.

Baca juga: Banyumas Gempar, Pemuda Tewas Berkeping-keping Usai Dihantam KA Serayu

Sidak Medi Wibawa bergandengan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, M. Andika, mengejutkan. Kepanikan sejumlah pegawai rumah sakit tidak bisa disembunyikan. Oleh Direktur RSUD Srengat, Pantjarara Budiresmi, seluruh langsung dikumpulkan.

Di lantai dasar tempat mesin PCR ditempatkan, Medi meminta dilakukan pemeriksaan langsung. Ia juga meminta data jumlah swab test di RSUD Srengat. Semenjak dioperasikan Oktober 2020, pesawat PCR sudah melayani 4. 000-an sampel swab test. “Sidak bertujuan mengetahui perihal riil yang ada, ” kata Medi menjelaskan.

Mesin PCR yang disoal Menkes bermerek Roche. Informasinya buatan Jerman. Medi yang diharuskan menjalankan baju hazmat, mengecek periode mesin satu-persatu. Di ruangan bertekanan negatif yang segenap menggunakan sensor, Medi meneroka secara detail.

Baca juga: Tabrak Truk Boks di Tol Trans Sumatera, Wakapolres Lampung Utara Luka Mengandung

Mulai unit mesin yang memiliki fungsi preparasi, ekstraksi dan PCR sendiri, ia periksa satu-persatu. Dua gen mesin diketahui mampu untuk melayani 84 sampel swab test. Untuk mengetahui hasil, proses yang berlangsung butuh waktu maksimal empat tanda. “Iya tadi hasilnya instrumen bekerja dengan baik, ” paparnya.

Namun Medi mempertanyakan kok RSUD Srengat, membeli instrumen dengan harga yang lebih mahal. Dari pagu dengan dialokasikan Rp2, 7 miliar, harga mesin Roche Rp2, 3 miliar. Bandrol pengadaan tersebut yang disoal Menkes.

Baca juga: Tangis Berserakan di Baubau, Ibu Cantik Karyawan Bank BUMN Wafat Usai Suntik Vaksin COVID-19

Author Image
Vincent Moore