China Turut Tahan Diri Ucapkan Terlepas kepada Biden

China Turut Tahan Diri Ucapkan Terlepas kepada Biden

BEIJING – China turut membekukan diri dari mengomentari hasil pemilihan umum Amerika Serikat (AS), tercatat di dalamnya mengucapkan selamat kepada Joe Biden. Namun, Beijing mengatakan, mereka telah mencatat bahwa Biden telah memenangkan pemilu AS, bersandarkan hitung cepat.

Juru kata Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin mengatakan, hasil pemilu hendak ditentukan berdasarkan hukum dan metode AS dan bahwa China bakal mengikuti praktik internasional dalam memperluas sentimennya.

“Saya melihat bahwa Biden telah menyatakan kemajuan dalam pemilihan. Kami memahami bahwa hasil pemilihan presiden akan ditentukan mengikuti hukum dan prosedur GANDAR. China akan “mengikuti praktik internasional” terkait pernyataan tentang hasilnya, ” kata Wang, seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa (10/11/2020).

Selain China, Rusia dan Meksiko juga turut membekukan diri dari mengomentari hasil pemilu AS. Baik Moskow dan Mexico City mengatakan mereka menunggu tenggat proses hukum yang membayangi pemilu AS usai.

Baca Selalu:

Juru cakap Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, Moskow menganggap lebih baik menunggu hasil resmi sebelum membuat komentar. (Baca juga: Joe Biden Menang, Saham-Saham Energi China Berjingkrakkan)

“Meski demikian, Vladimir Putin telah berulang kali mengatakan bahwa tempat siap untuk bekerja dengan majikan AS mana pun dan bahwa Rusia berharap dapat menjalin dialog dengan pemerintahan baru AS, serta menemukan cara untuk menormalkan ikatan, ” ucap Peskov.

Sementara itu, Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan itu masalah menikmati hormat dan kesusilaan politik. “Kami akan menunggu semua masalah norma yang tertunda diselesaikan. Kami tak ingin sembrono. Kita harus meluhurkan otonomi negara lain, ” ucap Obrador.

Keputusannya tersebut dilatarbelakangi oleh pengalamannya ketika tempat mencalonkan diri sebagai presiden untuk pertama kalinya pada 2006, dalam mana saat itu Felipe Calderon terpilih menjadi presiden Meksiko. Kemajuan Calderon diklaim Obrador adalah buatan dari kecurangan.

“Suara masih dihitung dan beberapa pemerintah asing sudah mengakui pemenang dengan memproklamirkan dirinya sendiri, tidak ada keputusan hukum, dan Calderon diberi selamat, itu sembrono, dan awak tidak akan melakukan itu, ” katanya. (Baca juga: Trump Tergelincir Pilpres AS, Media Partai Komunis China: Haha…. )

Author Image
Vincent Moore