Awasi Arus Balik, Polri Siapkan 116 Titik Penyekatan

Awasi Arus Balik, Polri Siapkan 116 Titik Penyekatan

loading…

JAKARTA – Polri telah menyiapkan 116 titik penyekatan sebagai antisipasi arus balik Lebaran 2020 dan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19). Seluruh pembatasan itu berada di Pulau Jawa dan Sumatera.

“Total ada 116 titik penyekatan yang dilakukan, ” papar Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana dalam konferensi pers daring yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Rabu (27/5/2020).

Berdasarkan catatan Korlantas Polri, sebanyak 32 titik penyekatan itu berada dalam Jawa Timur. Kemudian, di Jawa Tengah ada 16 titik penyekatan dan Jawa Barat 20 titik. Berikutnya, di DKI Jakarta sebesar 18 titik, Banten 15 bintik, dan Lampung 45 titik. (Baca juga: Pandemi Corona, Masyarakat Diajak Bersahabat dengan Musibah)

Baca Juga:

Penyekatan di berbagai daerah itu meliputi jalan tol had jalur arteri. Chryshnanda menegaskan, penyekatan itu bukan berarti melarang sempurna mobilitas masyarakat.

Pembatasan itu sengaja ditujukan untuk menyadarkan masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Kalau tidak disekat, pergerakan itu kan bisa berdampak, ” tuturnya.

Dalam pengoperasian penyekatan jalan itu, Polri juga tengah menyiapkan sistem layanan maya untuk mengawasi dan meminimalisir daya pelanggaran yang terjadi selama aliran balik tersebut. Sistem tersebut diyakini akan sangat membantu kerja petugas di lapangan.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pasti memperketat pengawasan transportasi pasca Idul Fitri 1441 Hijriah. Hal itu dilakukan demi mencegah penularan pagebluk Covid-19.

Spesialis Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, langkah itu untuk mendukung kecendekiaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tentang pembatasan masyarakat agar tak kembali ke Jakarta selama masa pandemi Covid-19. Salah satunya memperhatikan ketat arus transportasi, khususnya yang akan mengarah ke Jakarta.

“Melakukan penyekatan di sebanyak titik di jalan maupun menjajaki kelengkapan dokumen sesuai syarat dengan ditentukan seperti di terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan. Memastikan mereka yang bepergian adalah orang-orang dengan memenuhi syarat, bukan untuk kegiatan mudik maupun balik, ” ujar Adita.

(dam)

Author Image
Vincent Moore