Angin Segar Vaksinasi Menerpa, Bos OJK: Ekonomi Daerah Harus Jadi Backbone

Angin Segar Vaksinasi Menerpa, Bos OJK: Ekonomi Daerah Harus Jadi Backbone

JAKARTA – Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, adanya vaksinasi covid-19 menjadi angin segar untuk ekonomi Indonesia. Menurutya, hal itu bakal menumbuhkan rasa percaya muncul para pelaku usaha untuk melaksanakan aktivitas kembali.

“Kita sudah mendengar sedikit angin segar secara tersedianya vaksin yang diharapkan mampu memberikan confidence bagi seluruh pelaku usaha dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, ” kata Wimboh di Jakarta, Senin (21/12/2020).

(Baca Juga: Wow! Restrukturisasi Kredit Sudah Tembus Rp934, 8 Triliun )

Menurut Wimboh, bergeraknya kembali sektor-sektor produktif yang memiliki multiplier effect diharapkan dapat memacu bertambah cepat pemulihan ekonomi nasional. “Untuk memperkuat struktur ekonomi Indonesia dalam masa recovery, perekonomian daerah kudu menjadi backbone bagi perekonomian nasional, ” imbuhnya.

Baca Juga:

Untuk itu, faktor utama dalam percepatan penambahan ekonomi daerah adalah melalui penguatan struktur ekonomi daerah. Potensi ekonomi daerah harus terus digali, karakter infrastruktur dasar dalam rangka peningkatan aksesibilitas daerah harus terus disempurnakan, dan peningkatan kualitas SDM pada daerah juga harus menjadi mengindahkan.

“Pada prinsipnya, OJK terus mendukung penuh percepatan kemajuan ekonomi daerah melalui optimalisasi kedudukan sektor jasa keuangan dan kontribusi seluruh, ” paparnya.

(Baca Juga: Derma Titipan Pemerintah di Himbara Sudah Tersalurkan Rp198, 8 Triliun )

Dimana kehadiran Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara sebagai wujud sinergi kolaboratif dan koordinatif dari seluruh pemangku relevansi baik OJK, Bank Indonesia, dan Pemerintah Daerah dalam mengorkestrasi keseluruhan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pada Bali.

Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara mengawasi 54 Bank Umum, 135 BPR/S, 17 perusahaan sekuritas, mulia kantor perwakilan PT. Bursa Pengaruh Indonesia (BEI), 82 Perusahaan Asuransi, dua Dana Pensiun, dua Kongsi Penjaminan, satu Pegadaian, 53 Kongsi Pembiayaan, dan satu Modal Ventura.

Author Image
Vincent Moore