Angga Sasongko Mendobrak Batasan Kamera Smartphone lewat Film Pendek Konfabulasi

loading…

Konfabulasi membawa standar baru di dalam pembuatan film pendek oleh smartphone. Tampak dibalik layar pembuatan film yang tayang di YouTube resmi Samsung Indonesia itu. Foto: dok Visinema

JAKARTA – Lewat movie pendek Konfabulasi, sutradara Angga Dwimas Sasongko mendobrak batasan-batasan alat dalam proses pembuatan sebuah film. Tepatnya saat smartphone Galaxy S21 Ua 5G mampu menghasilkan gambar yang kualitasnya sulit dibedakan dengan kamera film profesional.

Konfabulasi bukan movie pendek biasa. Rasanya misalnya ada banyak sekali sesuatu yang ingin dicapai pada film tersebut. Khususnya dalam hal sinematografinya.

BACA JUGA: 5 Tanda Mengapa Honda N7X Idea Sangat Mungkin Dibekali Fitur Keamanan Honda Sensing

Sebab, seharusnya Konfabulasi adalah film yg penuh dengan keterbatasan. Serba terbatas, sebab alih-alih memanfaatkan kamera profesional, sutradara Angga Sasongko benar-benar menggantungkan kualitas gambar pada sensor gambar dari smartphone Samsung Universe S21 Ua 5G.

Tapi, yang menarik Angga Sasongko justru tidak ingin bermain aman dan “menyerah” pada keterbatasan.

Baca Juga:

Justru sebaliknya, ia ingin mendobrak keterbatasan itu. Ini dibuktikan bagaimana adegan-adegan di film pendek tersebut sengaja dipilih yang “berisiko” dan akan dihindari oleh mereka yang hanya mengandalkan smartphone untuk merekam movie.

Sebab, sebagian besar adegan-adegan di film pendek Konfabulasi diambil di setting yang gelap. Di gang-gang dengan penerangan lampu jalanan, hingga ruangan-ruangan gedung yang minim cahaya serta hanya diterangi lampu temaram.

Begitu pun pilihan adegannya. Angga sangat percaya diri dalam menghadirkan adegan aksi seperti ledakan, adu tembakan, hingga kecelakaan mobil.

Film pendek Konfabulasi langsung dibuka dengan adegan baku tembak.

Sutradara Filosofi Kopi dan Surat dri Praha itu justru mengambil keuntungan dengan memanfaatkan ringkasnya ukuran ponsel untuk membikin adegan dramatis. Yakni ketika kamera berputar di sudut sempit di antara lengan Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo.

Dan semua adegan tersebut berhasil. Rasanya sulit dipercaya bahwa adegan-adegan sinematik lalu dramatis di film Konfabulasi direkam hanya menggunakan smart phone Galaxy S21 Ua 5G.

Mind of IT & Marketing and advertising Samsung Mobile, Samsung Electronic devices Indonesia Miranda Warokka mengatakan bahwa ini sekaligus membuktikan bahwa kemampuan teknologi Galaxy S21 Ua 5G memang sangat mumpuni untuk menyajikan film pendek secara serius dan profesional.

”Misalnya kamera 4K 60fps, chip Exynos 2100 (5 Nm), hingga fitur Director’s View yang mampu mengubah angle kamera saat digunakan, ” ujarnya. Miranda menyebut bahwa film Konfabulasi menjadi tolak ukur baru dunia perfilman Indonesia.

Author Image
Vincent Moore