3 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, 2 Langsung Dimakamkan

JAKARTA – Awak Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Negara Republik Nusantara (Polri) mengidentifikasi tiga jenazah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) korban kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Minggu (12/9/2021).

Ketiga jenazah itu yaitu Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas (39), Rocky Purmanna bin Syafrizal Indah (28), dan Pujiyono bin Mudori (28), diterima awak gabungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). (Baca juga; Tim DVI Polri Dapat Seluruh Data Ante Mortem Korban Kebakaran Lapas Tangerang )

Jenazah Hadi Wijoyo lulus teridentifikasi berdasarkan sidik jari, bekas luka di alis kanan, dan tato di tapak tangan kiri. Selanjutnya jenazah diserahterimakan kepada keluarga objek dan dimakamkan hari itu di TPU Leuwiliang Enau. (Baca juga; Polisi Periksa 28 Saksi Kebakaran Lapas Tangerang, Termasuk Kepala Lapas )

Tim DVI juga berhasil mengidentifikasi jenazah Pujiyono berdasarkan DNA dengan mirip dengan ayahnya dan rekam medis berupa rajah di punggung dan petunjuk gigi. Setelah diserahkan pada keluarga, jenazah akan dimakamkan di TPU Sindang Sedang, Tangerang.

Tengah, jenazah Rocky Purmanna teridentifikasi berdasarkan DNA yang 50% identik dengan ayah serta 50% identik dengan ibunya, serta rekam medis target yakni tinggi badan serta keterangan gigi. Warga Citayam, Kampung Utan ini direncanakan akan dimakamkan esok keadaan di TPU Kampung Negeri Ragunan.

Besar Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System, Brigjen Pol Hudi Suryanto mengungkapkan, dari 41 korban meninggal mutlak terdapat 10 data ante mortem telah diterima oleh pihaknya untuk kepentingan identifikasi. “Data ante mortem sempurna 41 telah diterima tercatat data DNA WBP warga negara asing dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), ” kata Hudi.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjenpas, Thurman Hutapea menegaskan, awak gabungan Kemenkumham siap bertanggungjawab dalam keseluruhan proses maka pemakaman. “Seluruh keluarga objek masing-masing diberikan santunan sejumlah Rp30 juta dan ongkos pemakaman sebesar Rp6, 5 juta oleh tim ikatan Kemenkumham, ” kata Thurman.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Kelompok Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono menerangkan penanganan kasus ini sudah dalam tahap penyidikan. Buat penyidikan terkait Pasal 187 Kitab Undang-Undang Hukum Kejahatan (KUHP) tentang kesengajaan, Bab 188 KUHP tentang kelengahan membahayakan barang, dan Pasal 359 KUHP tentang taksir. “Sebanyak 23 orang cukup dalam pemeriksaan beserta barang bukti seperti kabel, wacana jaga, dan lain-lain, ” ujar Rusdi.

Author Image
Vincent Moore